Kenapa Diasil Cylinder Tidak Bisa Di Oversize, Ini Jawabannya

Diasil Cylinder dan Forged Piston pict=Pertama7

AromaRPM – Diasil Cylinder atau kepanjangan dari Die Casting Aluminium Silicon, Cylinder sendiri adalah bagian dari mesin motor, dimana di bagian itu lah terjadi pembakaran sebagai sumber gerak sebuah sepeda motor. Diasil sendiri dibuat dengan campuran antara alumunium dan silikon yang di cetak dan di masukan sebagai bahan pelapis dinding cylinder. Hasil perpaduan antara dua unsur tersebut menghasilkan dinding yang sangat keras dimana alumunium sendiri memiliki tingkat kekerasan 2.5 skala mohs dan silikon 7 skala mohs. Dan kedua nya memiliku titik leleh sangat tinggi, silikon 1400 derajat celcius dan alumunium 600 derajat celcius. Intinya, dinding diasil memiliki ketahanan akan aus yang sangat tinggi dan ketahanan panas sangat tinggi pula.

Pertanyaan nya, kenapa tidak bisa di oversize? Sebelumnya harus dipahami dulu bagaimana cara melakukan oversize. Oversize dilakukan dengan membubut dengan mata pisau bagian (dalam) dari dinding cylinder, biasanya dengan satuan ukuran/istilah up 25,50,75 atau 100 sesuai dengan kedalaman lecet pada dinding cylinder. Menjawab pertanyaan diatas, ada 2 fakta kemungkinan yang menjadi sebab itu.

Pertama, karena dinding diasil memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi (silikon = 7 skala mohs) untuk dapat menggoresnya harus memakai mata pisau yang berbahan dasar jauh di atas silikon tingkat kekerasannya. Kalau masih di bawahnya, jangan kan menggores, pisaunya habis iya. Hal itu karena material silikon lebih keras. Terus terbuat apa pisaunya? Besi kah? atau Baja? keduanya hanya memiliki kekerasan 4 Skala mohs.

Kedua, kalaupun ada mata pisau yang terbuat dari bahan dasar di atas silikon, ketika mencoba untuk oversize justru akan merusak silikonnya, karena sifat silikon mudah terkelupas dan mudah pecah. Dan ketika silikon pecah, cylinder hanya tinggal alumunium saja. Alumunium hanya memiliki kekerasan 2.5 skala mohs, jika kena besi (ring piston) yang mempunyai tingkat kekerasan di atasnya, hanya akan menambah kerusakan saja. Alumunium perlahan akan tergores dan kompresi akan bocor.

pict BeritaRoda2 dan Kenthoetboreup.wp.com

Dua hal tersebut saya rasa cukup untuk menjawab pertanyaan Mengapa Diasil Cylinder tidak dapat di oversize?. Dan untuk memperbaiki kerusakan tersebut sebenarnya cukup mengganti dengan Cylinder yang baru. Lho mau nya kan irit, biar nggak ganti. Oke jika tujuan utama nya ngirit, perlu di ketahui diasil cylinder mampu bertahan sampai usia motor menginjak 2 digit, namun hal itu harus di iringi dengan perawatan yang baik pula (ganti oli teratur), seharusnya ganti oli secara teratur 50 rb 3 bulan sekali jauh lebih irit dari pada harus buang uang jutaan sekaligus. Maka dari itu untuk mengimbanginya Yamaha berani memberi garansi selama 50rb km atau 5 tahun*. Hal ini sesuai dengan penuturan dari Bpk Agus selaku Menejer Edukasi Yamaha Jateng dan DIY dalam Fun Touring Yamaha Lexi beberapa waktiu lalu.

* : Syarat ketentuan berlaku

artikel lain :

Contact Us : nak.salim@gmail.com

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Dunia R2 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Silahkan berikan komentar di bawah

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s