Insident Tikungan, Sama – Sama Terlalu Keluar #Braaakkkk…

AromaRPM – Ketemu lagi luuurr…. masih seputar mudik lebaran kemaren luurr.. Setelah menempuh sekitar 100 an Km melewati pegunungan dan perkebunan. Seperti di artikel di bawah ini :

Badan memang sedikit merasakan lelah dan kurang fokus. Sebenarnya memang sudah berniat untuk menepi dan membeli minuman dan sedikit makanan namun baru mencari-cari toko waralaba yang dah menjamur di pinggir jalan keburu apes datang duluan. Jadi gini lur urut kronoligis nya, kejadian tepat di setelah tikungan.

Screenshot from 2016-07-27 15:07:07

lingkaran putih = TKP #saya dari arah Sukorejo

Setelah melewati tikungan seperti sudah saya tandai di gambar di atas. Semula saya hendak melihat lalu lintas di depan truk yang sudah dari beberapa km dari Sukorejo ngacir di depan saya. Karena memang 100 m sebelum TKP ada beberapa tikungan dan lalu lintas yang ramai tidak memungkinkan saya untuk mendahului truk tersebut. Maka berbekal ingatan, ada jalan lurus di depan yang lumayan panjang maka setelah keluar dari tikungan sebelum TKP itulah saya hendak melihat lalu lintas di depan. Namun jarak dengan truk di depan yang luput saya perhintungkan yang mana saya terlalu dekat dengan truk dan tidak membuat saya tidak bisa berbuat banyak ketika ada bahaya atau manuver kendaran yang tiba-tiba. Begitu saya sedikit keluar untuk melihat lalu lintas ternyata seketika ada mobil Grand Livina yang melaju dengan kecepatan tidak terlalu cepat dari depan sedang manuver menghindari pejalan kaki yang kebetulan rombongan orang silahturahmi yang otomatis membuat mobil tersebut juga terlalu mepet dengan garis tengah jalan. Tanpa sengaja spion mobil tersebut beradu dengan tangan kanan saya yang menggenggam handle stang kanan motor. Braaaakkkk……

Saya sedikit oleng dan terdorong keluar dari jalan, dan mobil tersebut juga sempat menepi. Kroscek tangan yang langsung memar seketika, yang saya takutkan terjadi luka pada tangan saya, seperti patah tulang atau sobek. Namun Alhamdulillah tangan saya tidak ada cedera serius hanya memar saja. Sembari menahan sakit saya menuju mobil tadi yang dah dari jauh nampak sang sopir melambai-lambai kan tangan. Saling kroscek, tanya jawab dan saling mengakui kesalahan akhirnya berbuntut saling mendoakan supaya sama-sama selamat sampai tujuan. Masalah kendaraan tidak terlalu dipikirkan itu memang resiko di jalan raya yang memang sedang dalam puncak keramaian.

Kesimpulan… dengan adanya kejadian tersebut alhamdulillah kami bisa intropeksi diri bahwa pejalanan jauh haruslah tetap fokus, saling menahan diri untuk tidak mengaku paling benar, tidak semata-mata saling menyalahkan, saling mengerti keadaan lalu lintas yang tidak dapat diperkirakan. Saling memaafkan kesalahaan atas terjadinya insiden itu. Sama-sama menepis pemikiran kendaraan yang lebih besar harus bertanggung jawab (kecuali jika kecelakaan itu sudah di tetapkan tersangka dan korban melalui fakta-fakta dilapangan, adanya bukti dan saksi) selama pengecualian di atas tidak dapat dibuktikan maka kewajiban setiap pengguna jalan lah untuk berhati-hati dan tidak membahayakan pengguna jalan lain. Akhir cerita masalah kerusakan kendaraan sama-sama dijadikan sebuah resiko dijalan dan tidak ada yang diwajibkan untuk memperbaiki kendaraan satu sama lain, masalah luka di tangan saya yang memar dipastikan cuma memar karena benturan semata dan jika memang terjadi luka serius di kemudian hari baik karena efek benturan tersebut atau tidak adalah tanggung jawab saya pribadi.

Tips jika terjadi insiden jauh dari rumah dan kenalan, jangan panik dan jangan memvonis diri paling benar. Damai itu indah, saling mendoakan lebih bermanfaat dari pada saling menggugat.

Sebenarnya foot step juga ikut bengkok kebelakang

diperbaiki oleh warga sekitar di bengkel pinggir jalan

Jadi sejadinya biar tetap bisa jalan dulu

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan Perjalanan dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Insident Tikungan, Sama – Sama Terlalu Keluar #Braaakkkk…

  1. Alhamdulillah tidak parah ya mas, tapi lintasan Sukorejo memang menantang hehehe

    • ki Salim berkata:

      beberapa tahun silam pernah lewat situ, pas di daerah alas jati, ada kecelakaan truk sedang vs truk fuso. hasilnya truk sedang habis kabin nya tinggal bak nya saja… ngeri di jalur itu banyak yang main kebuutt…

  2. Di jalur tersebut memang sempit penuh kelokan, sayang malah banyak yang sembrono. Padahal menurut saya asyik jalurnya, sayangnya lagi gelap kalau malam soale minim lampu penerangan. Ditambah pula susah sinyal HP

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s