10 Hari di Bengkulu

AromaRPM – Selamat gini hari dulur-dulur Aroma. Ok luuurr, meskipun sudah beberapa bulan yang lalu terjadi namun baru kali ini sempat untuk mempublikasikannya. Pertengahan bulan November tahun lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung selama 10 hari ke Provinsi Bengkulu. Provinsi asri dan masih sepi tidak seramai satu kabupaten di Jawa. Datang ke Bengkulu ini saya bukan tanpa sebuah tanggung jawab pekerjaan, namun berhubung Job saya saat itu masih sangat berhubungan dengan Icon-icon Provinsi Bengkulu ya sambil menyelam bakar ikan lur…

Malam setelah pesawat yang mengantar saya dari jakarta mendarat di bandara fatmawati soekarno, saya langsung di ajak mengenal lebih dalam dan sekaligus mencari tau dan mencatat spot-spot mana saja yang akan saya kunjungi. Untuk spot pertama yaitu Benteng Fort Marlborough di ujung Provinsi Kota Bengkulu Benteng yang di bangun sejak jaman VOC datang di tanah bengkulu ini masih berdiri dengan kokoh di tempat strategis di ujung kota bengkulu. Yang mana sebagian sisi nya menghadap kelaut dan bisa memandang jauh ke samudera Hindia.

Setelah berpuas diri di benteng yang kokoh ini, saya dan rekan melanjutkan ke tempat selanjutnya, sebuah rumah yang sangat terkenal dan menjadi saksi sejarah berdirinya bangsa ini. Rumah yang di diami oleh seorang tokoh utama berdirinya Indonesia dan di kota ini juga tinggal seorang Wanita yang kelak melahirkan seorang Presiden untuk Indonesia di masa setelahnya. Rumah Ir Soekarno,
Rumah yang didiami oleh Ir Soekarno ketika di asingkan oleh VOC karena keberadaanya di Ibukota sangat berpengaruh sekali. Rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan Ir Soekarno masa – masa perjuangan. Disini di Bengkulu Soekarno tidak berhenti berjuang. Di Bengkulu inilah beliau juga bertemu dengan Ibu Fatmawati yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumah kediaman.

Namun sayang kediaman bu Fatmawati sang penjahit bendera pusaka tidak setenar dengan Rumah Ir Soekarno. Namun tampak jelas di kedua rumah tersebut sisa-sisa bekas perjuangan semangat 45. Yapss tujuan selanjutnya ialah pantai yang panjaaaaannnnn sekali garis pantai nya dan pantai yang mempunyai garis pasang dan surut sejauh 500 m ini membentar di pesisir bengkulu. Pantai Panjang…

gambar pinjam matej21.wp.com

Namun sayang saya ketika datang Bengkulu tengah memperindah garis pantainya, penguatan bibir pantai karena terancam kena abrasi. Namun jika kita berpindah dari sudut lain maka akan terlihat pantai yang mempesona… baik di siang hari atau pun di malam hari…

Mungkin hanya itu dulu lur bisa saya share disini, masih banyak tempat-tempat indah di bengkulu seperti Danau Dendam Tak Sudah salah satunya namun karena “liburan” ini sebatas liburan Abidin “Abidin BIaya DInas” jadi yaaa… nomor satu tetap pekerjaan.

Untuk penginapan, mungkin ada beberapa dulur-dulur yang hendak ke kota Bengkulu bisa coba penginapan yang saya dan rekan saya inapi. Tempat bersih dan nyaman… Guest House Seruni yang beralamat di jalan Ciliwung.

Tarif kamarnya pun masih seperti tarif kamar di sebuah Guest House di jawa. Dibawah 400 rb untuk kamar VIP. Overall untuk Seruni good lah… Para pegawainya pun ramah-ramah dan khusus pegawai yang jaga malam. joss… kalo orang jawa mengatakan dia “entengan” bersedia meminjamkan motor nya pada orang yang belum dia kenal dengan senang hati, namun tentu nya kita juga harus sama-sama “entengan” juga kepadanya…

Salaaammm…

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan Perjalanan. Tandai permalink.

4 Balasan ke 10 Hari di Bengkulu

  1. nbsusanto berkata:

    weh sempet ke berbagai tempat.. aku 2014 lalu di bengkulu 2 malem, malem pertama di bengkulu kota, malem kedua di mukomuko.. cuma bisa menikmati jalanannya aja.. yang pasti sih ada bagian lintas barat yang enak buat nikung tanpa ngerem sama sekali.. juga jalan yang mepet banget laut sampe abrasi.. 😀

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s