Lampu Merah “Pelican Crossing”, Banyak Yg Belum Tau

AromaRPM- Pelican Crossing atau Pedestrian Light Controlled mungkin lebih mudahnya disebut Traffic Light Self Control adalah merupakan fasilitas untuk membantu pejalan kaki yang akan menyebrang jalan dengan bantuan traffic light. Traffic light Pelican crossing ini bisa dikontrol sendiri oleh pejalan kaki dengan menggunakan tombol yang ada di tiang lampu merah tersebut sehingga penyebrang jalan hanya tinggal menunggu lampu menyala merah dan kendaraan berhenti setelah ia memencet tombol.

Pict from Wartasurakarta.wp.com

Di Solo salah satunya, tepat di depan stasiun Purwosari yang bisa di katakan banyak sekali penyebrang jalan yang berhak mendapatkan fasilitas penyebrang jalan, bukan mendambakan jembatan penyebrangan namun sepertinya lampu merah tersebut belum bisa memberikan hasil yang maximal. Masih banyak yang belum tau tentang lampu merah tersebut. 

Pada saat idle atau tidak ada penyebrang lampu merah tersebut akan menyala hijau kuning/hijau. Namun jika ada yang hendak menyebrang dan menekan tombol maka lampu akan berubah menjadi merah. Dan seharusnya kendaraan harus berhenti, namun karena masyarakat belum tau tentang hal itu justru banyak yang menerobos dengan kecepatan tinggi dan hal itu justru sangat berbahaya dan sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sudah sering kali saya melihat hal serupa, disaat mencoba berhenti dan memberikan ruang gerak untuk penyebrang jalan disitu justru malah mendapatkan klakson dari belakang. Bahkan pernah ada juga penyebrang jalan yang nekat berdiri di tengah jalan sambil teriak-teriak karena tidak ada yang berhenti karena lampu sudah merah. Sosialisasi sangat di butuhkan di sini, tindakan tegas dan pengawasan juga di perlukan.

Kesimpulan, saya mengajak bagi masyarakat bersama-sama untuk mengkondisikan hal itu. Jika memang lampu sudah menyala merah dan ada penyebrang jalan mari bersama-sama memberikan ruang gerak untuk penyebrang jalan. Bukan karena saya sok jadi pengatur lalu lintas, namun demi keselamatan bersama. Jika saya berhenti dan anda tidak maka saya juga penyebrang jalan yang berada dalam posisi berbahaya dan anda bisa terlibat didalamnya. Namun jika kita sama-sama memberi ruang gerak para penyebrang jalan anda, saya dan penyebrang jalan juga akan terhindar dari resiko kecelakaan.

Saran saya untuk dinas terkait, sepertinya sangat perlu memberikan sebuah pengumuman (lagi) di area tersebut, jika perlu juga di siagakan petugas dari kepolisian yang mengawasi dan mensosialisasikan lampu merah tersebut.

Mari aman di jalan…..

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Lampu Merah “Pelican Crossing”, Banyak Yg Belum Tau

  1. fbh berkata:

    premium bentar lagi naik?

  2. ochimkediri berkata:

    bener mas,byk pengguna jalan yg mengabaikan lampu merah itu.terutama motor.

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s