Nyala Lampu REM LED Kurang Maximal, Tambah!!

AromaRPM – Selamat gini hari mas/mbak bro, jumpa lagi di blog ora genah ini. Kembali mengulas tentang pentingnya rem motor berfungsi 100%. Seperti di artikel saya dahulu tentang pentingnya lampu belakang. Dengan membiarkan lampu belakang/rem mati bisa menjadi perwujudan dari sifat pribadi yang egois dan acuh tak acuh dengan sesama pengguna jalan khusunya pengendara di belakang.

Lampu Belakang Menyilaukan#Jari Jempol Kebawah

Salah satu fungsi lampu belakang adalah sebagai feedback antara pengendara di depan dan belakang. Pada malam hari dua pengendara tidak akan saling melihat dalam jarak 50 m ke atas. Dengan menyalanya lampu belakang berarti memudahkan pengendara di belakang dapat melihat kendaraan di depannya hingga beratus meter jauhnya dan dapat menghindarkan pengendara didepan dari kecelakaan karena tertabrak dari belakang. Namun bukan masalah nyala atau tidak nya lampu belakang yang akan saya share di sini, tapi bagaimana sih nyala lampu belakang itu???

Pada dasarnya lampu bagian belakang (sepeda motor) memang sudah di atur menjadi dua fungsi, yaitu lampu belakang dan lampu rem. Berbeda dengan mobil yang sudah terpisah antara keduanya. Satu-satunya pembeda antar lampu belakang dan rem hanyalah ukuran watt nya. Jika lampu belakang 5 w, lampu rem bisa 20 w. Kenapa lampu rem lebih besar?? supaya sinyal warning dari lampu tersebut (lebih terang) dapat dipahami oleh pengendara di belakang.

Naahhh.. Sejak Fullwave di NJMX saya lakukan bebera bulan yang lalu, lampu belakang saya ganti dengan LED agar listrik dari aki hemat. Namun ada yang mengganjal sampai beberapa hari yang lalu. Saya menjadi sering di klakson dari belakang setiap mengerem.

Lampu REM Led

Setelah saya selikidi ehhh selidiki… kemungkinan hal itu (di klakson) kemungkinan karena pengendara dibelakang saya tidak paham dengan lampu belakang saya. Dimana nyala lampunya stabil/tidak kedip saat lampu belakang dan berkedip saat lampu rem. Saya coba membalik kabelnya supaya jadi berkedip saat lampu belakang dan stabil saat lampu rem namuuunnn ternyata sama saja… Sepertinya modul dari LED tersebut mengatur arus listriknya. Cth : jika beban 5 watt maka yang hidup lampu belakang/tidak kedip dan jika 20 watt yang hidup lampu rem/kedip. Karena hal itu dan pentingnya warning untuk pengendara di belakang saya putuskan untuk menambah jumlah lampu rem. Lampu LED 2 buah, perbuah ada 4 LED didalamnya, total ada 8 buah LED. Saya pasang dengan menjumper kabel kuning dari lampu belakang. Memang sedikit norak tapi saya rasa manfaatnya lebih banyak, dari pada tetap membiarkan lampu yang sulit di pahami oleh pengendara di belakang. Ujung2nya keselamatan saya dipertaruhkan selain itu klakson dan klakson menjadi musik pengatar perjalanan.

Lampu LED terpasang

Ok brooohh… bagaimanapun lampu belakang sangatlah vital. Penting ni Brooohh.. Penggantian lampu dengan lampu yg menyilaukan di belakang justru sangat berbahaya dari pada lampu anda susah di pahami, karena bukan hanya pengendara di belakang tidak paham namun akan buta sesaat.

“Bijaklah dalam menentukan arah modifikasi kendaraan anda, bisa jadi modifikasi tersebut menentukan nasib anda saat di jalan… “#AromaRPM

Salaammm… semoga bermanfaat…

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

8 Balasan ke Nyala Lampu REM LED Kurang Maximal, Tambah!!

  1. danisubject berkata:

    wkwkwkwk koyo aku . bedanya dibawah mika persis . di nmp tak tempelin led bar yang ada berapa led smd 5050 itu . hidup tiap ngerem aja .

  2. Imamudin berkata:

    bukane lampu sing wingi kae warnanya super white ki ?

    • ki Salim berkata:

      sementara memang white. rencana mau tak ganti merah. lha kepepet belum ada lampu merah jeee,,, dari pada tak biarin malah jadi bahaya mendingan pakai lampu yang ada tapi sorotannya di turunke dikit..

  3. ongolongol berkata:

    modeltrasi mbah

  4. abu_heru berkata:

    Sebenere yo memang tujuannya kedip2 itu biar yang belakang lebih waspada, kayak lampu di F1 gitu. Kalo yang nyalanya sama itu yang bahaya.

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s