13 Mei 2015# Hampir Menjadi Hari Yang Kelam

AromaRPM – Mencoba menjadi suami dan seorang ayah yang siaga. Berhubung sekolah libur beberapa hari istri meminta untuk diantar pulang ke kampung halaman, kota batik pekalongan. Rencana semula ingin bersepeda motor seperti ketika masih berdua belum ada si kecil, namun saya urungkan niat itu mengingat kondisi tubuh sikecil yang belum kuat dan takut ada apa-apa dengan kesehatan sikecil yang baru sebulan yang lalu harus opname.

Okelah Naik Bus, itulah opsi termudah yang saya pilih. Jam 10.30 Menunggu bus Jurusan Semarang mangkang di tempat biasa, hingga jam 11.30 baru ada bus lewat itu pun terpaksa jurusan Semarang Terboyo, menurut info bus Jurusan Semarang Mangkang baru perpal semua. Yo wiss lah dengan berat kami masuk bus P.O Safari warna hijau. Begitu masuk sudah di sambut dengan penumpang yang lumayan berjibun namun masih bersyukur dengan mbak-mbak yang rela pindah kedepan seraya memberikan tempat duduknya dan sampingnya yang masih kosong agar kami sekeluarga bisa duduk dalam satu seat di barisan belakang.

3 Menit jalan terdengar suara “tiiittt…. tiiiitttt… tiiittt..” dari daerah kemudi sopir yang kemungkinan salah satu panel di dashboardnya. Itulah awal kecurigaan saya dan istri, sempat bertanya kepada pak kondektur yang hanya menjawab “pak Sopir yang tau yang saya timpali” “apa kemungkinan ada yang melebih batas kemampuan (panas/overheat)” dan hanya di jawab dengan menganggukan kepala. 5 km berselang dari tempat menunggu bus, selepas keluar terminal Boyolali, mendekati tikungan dan.. “daakkk trasshhhh” suara ledakan terdengar dari area belakang (mesin) semula hanya pada bertanya-tanya dan saling pandang, saya pun berdiri dan melihat kebelakang semula hanya berpikir “paling orang dari belakang ada yang tabrakan” tapi ternyata tidak tiba-tiba asap putih mengepul dari belakang. Spontan saya teriak pada sopir “asap pak asap… pintu buka pintu buka..keluar.. keluar” Semua langsung berwajah panik, istri saya yang juga panik spontan ngajak turun dan saya suruh jalan kedepan dan. Suasana di kabin jadi riuh panik dan sibuk mencari selamat sendiri-sendiri takut bus kebakar. Istri yang menggendong anak saya yang sebenarnya sudah mulai terlelap dalam tidurnya kembai harus berdesak-desakan mencari jalan keluar. Saya di belakang yang membawa tas dan masih bergumul dengan asap yang mulai masuk kabin bagian belakang. Terlihat dari belakang istri dan anak saya hampir bisa keluar dari bus, saya berlari kebelakang untuk lewat pintu belakang. Opsi nekat karena area pintu belakang benar-benar tertutupi asap. Dibawah rimbunan bambu saya merayap kedapan dengan tetap menyentuh bagian bus supaya tidak salah jalan.

Bus P.O Safari Solo – Semarang Terboyo yang saya andalkan dari dulu.

Alhamdulillah sampai depan istri saya sudah di pintu depan dan siap turun. Setelah mencari tempat aman, saya iseng tanya kepada salah satu crew bus ntah sopir atau kenex dan sebab musabab bus mengepulkan asap karena ada salah satu selang oli (olie turbo kantanya) pecah dan oli membanjiri mesin, panas mesin membakar tumpahan oli yang semakin membajiri karena mesin telat di matikan. Jika mesin tetap dihidupkan akan berakibat fatal karena oli bisa terbakar begitulah kira-kira penuturan oleh kondektur bus yang sempat saya tanyai. Selang beberapa menit sopir kembali mencoba menyalakan mesin daaann… “draaakkk…” ledakan dan kepulan asap putih kecoklatan kembali mengepul dari bagian belakang bus. Seketika kondektur memutuskan semua penumpang di oper bus lain, bus tidak layak jalan. Wuusshshh seperti tidak semangat lagi melanjutkan perjalanan dan sempat bilang ke istri untuk kembali pulang, tapi melihat wajah istri yang kecewa saya pun bersemangat kembali untuk tetap melanjutkan. Alhamdulillah dengan selamat pukul 18.00 sampai di Pekalongan dan besoknya jam 06.00 saya harus kembali lagi ke Boyolali melalui pintu terminal Bus Pekalongan.

Terminal Bus Pekalongan

Sore jam 18.00 Sampai Pekalongan, Pagi Jam 06.00 Kembali, Sore jam 16.00 kerja. Capek?? pastinya… seandainya naik motor tak kira tidak akan secapek ini.. tapi puas bisa memastikan Istri dan Anak sampai dengan selamat di rumah Kakek Nenek.. Itu yang tidak bisa di tukar dengan harta berapapun… Lega…

Salaam…. pastikan Pilihan yang bijak untuk kenyaman dan keselamatan keluarga…

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

4 Balasan ke 13 Mei 2015# Hampir Menjadi Hari Yang Kelam

  1. ochimkediri berkata:

    wah ngeri tenan rek…oya ada travel ga mas di jurusan itu?

  2. Imamudin berkata:

    biker sejati rmemang hatinya di motor.. tak akan tergantikan dengan moda transportasi apapun .. wkwkw

  3. Mase berkata:

    itu akibatnya kalo bus dinaikin beruang…

    😆

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s