Dari Panasnya Aspal Pantura Hingga Disiram Dinginya Hujan Lereng Merbabu

AromaRPM – Tepat jam 9 pagi memulai perjalanan dari Pekalongan. Menikmati setiap alunan-alunan khas pantura ditraktir oleh sopir truk yang dengan senang hati menemani setiap jengkal aspal pantura yang pagi ini sudah terasa sangat terik dan dibumbuhi sepoi-sepoi angin pantai yang terasa sedikit asin.
40 km berhenti sejenak demi menghindari dehidrasi. SPBU Subah, sepertinya menjadi saksi setiap perjalanan jika melewati rute ini. Kemacetan di depan seperti tidak terelakan lagi, pengecoran beton di jalur-jalur yang sering rusak si antara subah-alas roban seperti hal wajib bagi pemerintah negri ini.

SPBU Subah #Terik

Routing jalur baru wajib saya lakukan jika tidak ingin berkepanjangan dalam kemacetan. Rencana awal melewati banyuputih belok kanan menuju limpung terpaksa saya cancel, di ganti belok kanan di salah satu jalur alternatif di Subah. Terus keselatan hingga alun-alun limpung, tikungan zigzag kanan kiri saya kira masih diutara limpung ternyata sudah terlewat 1.7 km ke selatan arah bawang. Walau sebenarnya jalur yg tidak jauh berbeda, tapi saya urungkan niat itu, saat ini mungkin terlalu letih untuk mencoba jalur baru. Putar balik ke arah limpung dan berhenti sejenak mini market Tersono yang sudah seperti langganan. Sekalian say hello pada karyawannya.

Hutan Pinus Sukorejo-Candiroto

Minuman instan baru yg berjargon Nutriboost, 2 botol telah berpindah ke dalam tas. Campuran susu dan sari buah sangat menyegarkan meskipun mengandung 10 mg kolesterol dan 0.5 mg lemak jenuh. Perjalanan berlanjut hingga ketemanggung. Sukorejo, Candiroto seperti menyambut dengan suasana segar khas pegunungan. Pohon-pohon besar dan rimbun masih mudah dijumpai. Tikungan demi tikungan yang aduhai menggoda iman untuk sejenak berfantasi ala motogp. Aspal mulus yang baru selesai di perbaiki seperti mencengkeram erat balutan roda zeneos ZN 62 dan ZN 88.

Sekedar say hello dengan petugas kebersihan SPBU Temanggung pun tidak saya lewatkan demi numpang absen ke kamar mandi. Udara dingin mulai menyisipi sela-sela jaket tebal ini. Hingga memasuki Tegalrejo dan menuju Kopeng bintik-bintik hujan sudah mulai terlihat di kaca helm. Berharap tidak turun hujan namun Tuhan berkehendak lain, menurunkan hujan demi membasahi tanah yang sudah setengah tahun ini gersang. Hingga puncaknya di daerah Ampel Boyolali hujan deras sukses memaksa untuk menepi sejenak dan beristirat, 1 jam setelahnya baru melajutkan perjalanan dengan aman sampai rumah.

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan Perjalanan. Tandai permalink.

17 Balasan ke Dari Panasnya Aspal Pantura Hingga Disiram Dinginya Hujan Lereng Merbabu

  1. Imamudin berkata:

    yg jalur bawang, itu jalur yg dulu kita lewai pas mudik bareng2 itu lho..
    http://khoirulimamudin.info/perjalanan-pemalang-boyolali-menjelang-lebaran

  2. Ping balik: Kuliner#Ayam Gepuk Pekalongan | AromaRPM

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s