Kopdar dan Touring Perdana Jatengmotoblog Part 2#Meriah

AromaRPM- Sebelumnya kami sholat dhuhur bergantian di masjid Jami Baiturahman Dieng Kopdar dan Touring Perdana Jatengmotoblog part 1. Kami melanjutkan acara kopdar dengan wisata bersama. Area Candi Setyaki dan Arjuna menjadi pilihan pertama.

Candi Setyaki dan Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara

Tak mengherankan jika kawasan Dieng menjadi daerah pariwisata yang fenomenal. Lihatlah mas bro.. awan di belakang kami begitu indah… seperti lukisan.. padahal itu benar-benar nyata dan tanpa melalui proses editan. Awan yang biasanya jauh tinggi di atas, disini seperti hanya menggantung di atas kami. Benar-benar pesona negri di atas awan..

Candi Arjuna Dieng, Banjarnegara

Kawasan yang memiliki ketinggian di atas rata-rata daerah jawa yang lainnya memberikan karakter tersendiri. Air yang sedingin air es dan rumput pun berembun ketika pukul 13.00. Dan jika anda beruntung pada waktu-waktu tertentu disaat musim kemarau yang mana dimalam harinya akan mencapai suhu dititik terendah sekitar 0 derajat bahkan setelah lewat dini hari bisa -1 derajat anda akan menemukan “frost” butiran es yang berasal dari embun yang membeku atau masyarakat dieng menyebutnya “embun upas”.

Paakk sumbangan paaakkk.. mbaakk sumbangannn donk…

Setelah menikmati keindahan di candi arjuna dan setyaki selama beberapa saat kami melanjutkan untuk menikmati wisata yang lain. Diputuskan ke kawah sikidang dahulu kemudian ke telaga warna dan pulang.

Sesi Pemotretan Bersama 1

Kami pun meluncur ke lokasi berikutnya, disini lah rombongan mulai terpecah dimana saat start dari candi setyaki kami bergantian dan di ambil videonya, ternyata yang start pertama langsung meluncur dan di ikuti yang lainnya. Saya yang start terakhir dan menunggu Kang Khoirul yang mana sebagai juru cameranya berangkat paling akhir dan ternyata rombongan sudah jauh di depan. Kami berdua meluncur ke Kawah sikidang, namun di tengah perjalanan bersamaan ada halal bi halal yang baru saja selesai dan macet dimana-mana, saya sempat riding berdiri untuk melihat posisi rombongan depan namun ketika rombongan depan sampai di pertigaan depan pintu masuk kawah sikidang kami kehilangan jejak. Berdua bersama kang khoirul kami masuk ke kawah sikidang dan sampai di dalam tidak ada satupun motor atau salah satupun rombongan dari kami, justru malah rombongan dari jakarta yang memakai motor cc gede sedang beranjak pergi. Berjabat tangan dan kami pamitan duluan untuk mencari rombongan yang ternyata langsung menuju Telaga Warna. Di persimpangan belakang telaga warna kami juga salah ambil rute yang mana harusnya belok kiri kami justru belok kanan dan menuju arah Dieng Theater, hampir 2 km kami salah jalur, setelah bertanya dan di arahkan oleh warga sekitar kami kembali dan langsung menuju parkiran Telaga Warna.

Sesi Pemotretan Bersama 2

IMG_4512-paint

Telaga Warna Dieng, Wonosobo

Masuk ke telaga warna dan menikmati sedikit keindahan yang di berikan yang Maha Kuasa kepada hambanya. Telaga nan indah berlatar bukit yang sedikit terkena pancaran matahari sore menambah keindahan tersendiri, meskipun “warna” dari keistimewan telaga itu sendiri tidak terlalu nampak jika dilihat dari bawah.

Telaga Warna Dieng, Wonosobo

Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 kami memutuskan sholat ashar dan bergegas pulang supaya tidak terkena kabut di bawah. Pejalanan dari atas ke bawah justru lebih menantang mengandalakan rem dan engine brake agar motor tidak terlalu cepat meluncur. Pemandangan indah yang terlewatkan saat berangkat baru bisa benar-benar kami nikmati ketika pulang. Benar-benar menajubkan…

Beruang-beruang Kelaparan, Mie Ongklok Wonosobo

Jam 17.45 kami putuskan untuk makan malam dulu di mie ongklok wonosobo, namun sayang saya lupa nama rumah makan tersebut, namun anda dapat menjumpai stiker yang kami tempelkan di etalase kasir rumah makan tersebut… Dengan harga 24 rb seporsi sepertinya sepadan dengan mie yang fenomenal nan terkenal ini, di tambah sate sapinya yang empuk mengundang lidah ini untuk menikmatinya lagi suatu saat nanti.. Setelah sholat mahrib di masjid samping rumah sakit wonosobo kami meluncur tanpa halangan yang berarti hingga semua rombongan sampai rumah masing-masing dengan selamat.

So… Sepertinya kondisi motor saya yang tidak 100% lenyap sudah ketika melihat keindahan demi keindahan yang di sajikan Dataran Tinggi Dieng..

Sampai jumpa di kopdar dan touring Jatengmotoblog selanjutnya….

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan Perjalanan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Kopdar dan Touring Perdana Jatengmotoblog Part 2#Meriah

  1. mas huda berkata:

    .Batikku kelihatan juga

  2. Mase berkata:

    sampai jumpa lek

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s