Hati-Hati!! Selektif Dalam Memilih Orang Untuk Bertanya kala Tersesat.

AromaRPM- Malam mas bro… Bak ibarat malu bertanya sesat di hatimu di jalan, namun jika terlalu banyak tanya hancurlah sampeyan.. mungkin pepatah itu sangat pas dengan kisah saya beberapa tahun yang lalu. Berawal dari kehidupan di kampung yang mana gotong royong dan guyup rukun menjadi hal yang wajib dan harus dilakukan jika mau hidup dengan aman, tentram dan sejahtera di kampung, dimana hukum lo lo gua gua sudah tak berlaku lagi di sini.

Disiksa untuk meliuk dengan beban berat di Kemuning Karangayar.

Siph Menjadi saksi bisu kekonyolan sang Empunya

Ok mas bro, sedikit cerita ya, bermula ketika tetangga saya ada yang mau punya hajat untuk menikahkan anaknya, pastilah 2/3 minggu sebelum hari H keluarga dan warga sekampung berkumpul di rumah yang punya hajat untuk memulai merencanakan susunan kegiatan dan pembagian tugas untuk warga, dimana di kampung saya di namakan “kumbokarnan” selain itu juga membagikan surat undangan kepada semua pemuda karang taruna untuk di kirimkan ke alamat tujuan. Naaahh.. berhubung saya juga salah satu dari pemuda karang taruna saya juga dapat bagian, kalo tidak salah waktu itu saya dan teman saya mendapatkan 3 undangan dengan 3 alamat yang berjauhan dan harus di antar ke alamat yang tertera di surat undangan tersebut secepatnya max 1 minggu sebelum hari H.

Okelah saya tancap gas bersama pasangan senasib saya. 2 dari 3 undangan yang saya terima, saya dah tau rumah dan alamatnya(wong masih sodara). Tapi yang 1 benar-benar blank dan tidak kenal sama sekali baik orang nya atau silsilahnya. Okelah g masalah, kebetulan alamatnya ada di desa Penggung Boyolali.

Saya pun berangkat dan saat sampai di desa tujuan mulai blank lagi, tidak tau rumahnya dan tidak ada orang yang keluar rumah untuk sekedar di tanya. Yaaa asal jalan saja ntar kalo bingung pasti ada 1 atau 2 orang yang nanyai.. kampung Penggung pun saya putari, benar saja sampai di pinggir jalan ada bapak-bapak yang sedang duduk di pos kamling dan sembari mukul-mukul pelan kentongan. Cap ci cus tanya dah..

“ngapunten pak, badhe nderek tepang daleme bp XXX pundi njih?” translt “maaf pak, numpang tanya rumahnya bp XXX sebelah mana ya?”

bapak itu pun menjawab “oww.. kono mas, dalan iki ngidul ngetan terus ngidul meneh lha omahe siseh kono cat ijo” trnslt “oww sana mas jalan ini ke selatan terus ke timur dan keselatan lagi, rumahnya sebelah sana yg cat hijau” jwb bapak itu dengan tegas dan menghapus keraguan kami.

Selesai bertanya saya dan teman saya dengan PD nya pun meluncur sesuai dengan petunjuk bpk tadi, tidak ada rasa cemas maupun ragu lagi. Baru setelah jalan 100 meter, setalah jalan aspal habis kami mulai agak heran, benar lewat sini?? lewat jalan tengah sawah dan di ujung nya ada desa memang. Ya sudah kami lanjutkan perjalanan menyusuri sawah dan pohon-pohon di pinggirnya. Tibalah kami di pinggir desa, yang tak kami sangka ternyata bukan pintu masuk desa yang kami datangi melainkan belakang rumah orang. Belakang rumah orang dimana ada pohon bambu yang masih rindang-rindangnya.. “alamak yang benar saja jalannya masak sampai di belakang rumah orang” gerutu kami. Bagaimana jika nanti di kira maling atau berniat jahat. Dan benar saja ternyata kami melewati sebuah sumur di belakang rumah orang dan ada ibuk-ibuk yang sedang mencuci, spontan kami sapa dan sedikit menunduk memberi hormat “kulo langkung buu…” <permisi buu>  dan “njihh massss”<iya mas> jawab ibuk itu dengan penuh tanda tanya.

Setelah lewat belakang rumah orang bukan jalan desa yang langsung di dapat malah harus melewati halaman rumah orang terlebih dahulu. Dan apes nya yang punya rumah sedang di depan rumahnya spontan saya mengucapkan salam “monggo pak” trnslt “permisi pak” dan “owwh njih monggo mas, pinarak..” trnslt “oww ya mas silahkan, mampir dulu” kami pun hanya senyum dalam penuh malu. Keluar dari halaman dan masuk kejalan desa kami mencari rumah cat ijo dan parahnya ternyata tidak ada rumah yang cat ijo, mau balik tanya bpk yang punya rumah tadi tapi rasa malu terlanjur merasuk dalam kepala kami. Ya sudah lanjut saja barang kali ada orang lain yang bisa di mintai tanya.. Kembali kejalan raya,, ee,, ketemu bapak yang tadi dan saya hendak bertanya lagi tapi baru beberapa kata yang saya ucap ada bapak-bapak keluar dari halaman rumah sambil melambai-lambaikan tangannya dan lari ke arah kami. Saya pun memperhatikanya dan ketika sudah di depan saya bapak itu buru-buru menarik saya ke arah lebih jauh dari bapak yang pertama tadi dan bapak yang pertama tadi lantas meninggalkan kami.

Dan ketika bapak kedua itu bicara “mas madosi sinten kok wira-wiri mawon..”?? trnslt “mas mau nyari siapa kok mondar mandir saja??” jawab saya “rumah bpk xxx pak” bapak itu pun menjawab “owww… sebelah sana mas… jangan tanya ke bapak itu, dia itu orang gila di kampung ini, terkadang di ngamuk dan marah2” makkk…. cleguuuukk…… menelan ludah sendiri.. Orang GILA.. pantes saja ditanya bukannya jawab yang benar malah njerumusin orang. Saya dan teman saya pun cuma berpandangan dan nahan ketawa meskipun akhirnya kami tidak tahan untuk tidak ketawa… jiiiiaaaaannnccuuukkkk… wong ediyaannn tooooo…… Setelah mengucapkan terima kasih kami pun ke rumah tujuan kami dan benar alamatnya…

Rute dari orang GILA

Rute dari orang GILA panah putih asal kami, hijau tanya ke orang gila, jalan merah jalan yang di beri oleh orang gila, kuning rumah orang yang kami lewati belakang rumahnya. Biru rumah tujuan kami.

Bukan kemarahan yang kami ungkapkan di sepanjang perjalanan pulang, tapi cuma kekonyolan yang kami bicarakan. Tidak selektif dalam memilih orang untuk di tanyai.. salah kami juga siihh…

Lastt… pastikan dulu orang yang hendak anda tanyai benar-benar orang yang tau medan sekitar, dan paling penting bedakan mana orang GILA dan mana yang WARAS, kalo salah,, orang gilanya nambah… heheee

salam….

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

22 Balasan ke Hati-Hati!! Selektif Dalam Memilih Orang Untuk Bertanya kala Tersesat.

  1. Yoshi berkata:

    waduh malah menyesatkan

  2. warungasep berkata:

    Waduh tadi mas gak nyangka itu orang gila,atau dilihat dari penampilannya??? Wew jadi harus selektif sekarang ya,hehe untung ada bapak itu ya,hehe
    http://warungasep.wordpress.com/2014/05/30/lagi-beli-kupat-tahu-tahu-tahu-dapet-r15/

  3. athleteriders berkata:

    walah malah digarap wong edan, kok ora ditakoni nomere piro sing metu sisan lek 😆

  4. Achmad Sya'roni F berkata:

    ga ada apa2 mukul kentongan ya wis ketok nek wong edan.

  5. Bapak'e Salma berkata:

    wong waras digawek2ne wong edan 😀

  6. Mase berkata:

    ternyata ki salim punya kemampuan ngobrol sama org gila… mantap ki… xixixii…

  7. Mbak Snoopy berkata:

    hahahahahahahahahahahahaha….
    #ngakak sak pollll eeee

  8. cah bagus berkata:

    jadi ingat waktu ane di makasar. tanya alamat juga dikasih jalur yg salah. dan itu terjadi dua kali. kalo ingat geleng2 kepala sendiri. kita sebagai orang jawa sudah bertanya dgn baik2 dan sopan. mereka yg jawab pun sangat meyakinkan. tapi kok jalan yg mereka tunjukkan salah. seharusnya tinggal jalan lurus sedikit sampai, malah disuruh putar balik dan ambil jalur lain. untung saja waktu itu tidak sedang terburu2. gak tau gimana jadinya bila itu terjadi disaat kita diburu waktu.. #entahlah

  9. abie berkata:

    hahahahaha,,,pengalaman yg paling mengesankan kya nya tuh ki??…hehehehe

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s