Jarak Tempat Kerja Berubah#RUTE dan Riding Style Juga Harus Berubah

Hampir selama 2 tahun saya berdomisili di Sukoharjo Makmur, selama itu pula jarak tempat tinggal dan tempat kerja tergolong dekat, 10 km atau tepatnya 10.4 Km, dari Sukoharjo ke kawasan bisnis Solo Baru. Mungkin karena jarak 10 km yang lurus dan lebar ini lah saya jadi pecandu speed freak. Setiap hari kala berangkat atau pulang kerja saat jalanan sepi mulai dah mbetot gas ampe full. Padahal kecepatan mentog sampe 115/110 km/jam tidak pernah lebih dari itu dengan bobot beruang yang menaiki 89 kg (yesss… turun sekilo) dan Rasio Gear yang sudah saya ubah jadi lebih berat 15/38 standar 14/38. Biasanya Full tank bisa buat 4-5 hari dan bila di kalkulasi secara kotor 10 x 10 (5 hari PP = 2 kali) = 100 km di tambah pemakain lain-lain 10 km jadi total 110 km dan jika di hitung lebih rinci 110/4=27.5 km per liter. Itu untuk jalan sepanjang 10 km yang mana pemakaian sebagian besar speed freak alias 80% rpm tinggi.

NJMX 2011

NJMX 2011

Desember 2013 saya mulai pindah ke Boyolali. Dalam artian jarak antara tempat kerja dan rumah juga semakin jauh yang biasanya 10 km sampai, sekarang mesti 30 km atau 30.1 km lebih tepatnya baru sampai rumah. Hal itu sangat berefek pada konsumsi BBM. Yang semula BBM Full bisa 4-5 hari atau 110 km/full tank menjadi tidak menentu, jika di isi FULL hanya cukup max untuk 3 kali jalan. Yang artinya 30 x 3 = 90 km jika di hitung per liter 90/4= 22.5 km per liter. Dengan riding style yang sama, hasilnya terpaut 5 km jadi 5 km x 4 liter = 20 km atau 2/3 nya sekali jalan. Hal yang sangat mencolok berbeda adalah Jarak dan Rute. Jarak semakin jauh dan rute yang saya ambil tergolong banyak tikungan walau minim lampu merah katakanlah itu Rute 1. Sedangkan Rute 2 ialah melalui jalan utama Jl. Slamet Riyadi Solo Belok kanan ke Arah Solo Baru / Wonogiri. Banyak sekali lampu merah dan lalu lintas tergolong sama-sama padat antara ke dua Rute. Yang membedakan ke dua Rute itu ialah tikungan dan lampu merah.

Dari Februari sampai akhir Maret saya pelajari benar perbedaan ini, mulai dari nyari alternatif rute lain sampai riding style dan perpacuan riding style di kedua rute. Dan hasilnya memang sangat mengejutkan. Sebab kenapa BBM begitu boros ternyata tidak cuma pada jarak saja namun riding style dan rute yang dipilih juga sangat mempengaruhi. Meskipun Rute 1 lebih dekat beberapa Km namun bukan jaminan BBM jadi semakin irit, karena banyak tikungan menyebabkan BBM lebih boros dari pada berhenti di lampu merah. Jarak yang lebih dekat dan riding style santai pun belum jaminan jadi lebih irit.

Dan setelah saya hitung-hitung dengan meminjam simpoa kokoh. 4 liter bbm bisa menempuh 137 km. Jadi 137 km : 4 = 34.25 km. Bisa selisih 11.75 km Lumayan lah.. Boros?? ataukah Irit?? bagi saya Irit karena banyak yang bilang saya mengendarai motor apapun tidak bisa Irit. Hehehe…

Visit to :

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

13 Balasan ke Jarak Tempat Kerja Berubah#RUTE dan Riding Style Juga Harus Berubah

  1. badak berkata:

    buorossssss banget mxnya ,aku mx 2005 aja bisa 1 liter premium buat 70_75 km trayek jatiwaringin-scbd senayan jakarta pdhal banyakan stop n go serta lamer

  2. ochimkediri berkata:

    banyak banget pengaruh dari tingkat konsumsi bbm…tapi yang ini boros banget 😀 😀

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s