Leptospirosis, Waspada ketika Banjir melanda

Boyolali- Setidaknya 5 Orang di kabarkan meninggal dunia di akibatkan Leptospirosis. Leptospirosis sendiri adalah Penyakit yang di sebabkan oleh bakteri Leptospira sp yang berasal dari hewan dan di tularkan kepada manusia. Di Indonesia sendiri lebih banyak di dominasi oleh penularan yang berasal dari kencing tikus (penjelasan : Leptospirosis ).

Berkas:Leptospira scanning micrograph.jpg

Bakteri Leptospira

Penyebaran paling cepat melalui media air, dimana bakteri ini sangat cocok dengan kondisi banjir, dimana banyak sekali kubangan-kubangan air dan tikuspun juga terendam oleh banjir dan air kencing tikus pun terbawa air dan tertular ke manusia melalui kulit. Terutama kulit yang terluka dan di biarkan terbuka tanpa di tutup. Akan sangat mudah sekali terkena bakteri tersebut. Dan masa inkubasi penyakit ini selama 4 minggu. Selama 4 minggu pertama penderita tidak mengalami kelainan pada tubuhnya. Setelah 4 minggu mulai ada tanda-tanda penderita ternjangkit Leptospirosis. Gejala-gejala yang timbuk dari Leptospirosis :

Tahap Pertama

  1. Demam
  2. Batuk dan Muntah
  3. Nyeri Otot
  4. Malaise
  5. Sakit kepala dan tenggorokan
  6. Diare

Tahap Kedua

  1. Peradangan Selaput Otak
  2. Kerusakan Fungsi Ginjal
  3. Komplikasi Saluran Pernafasan

Jika ada salah satu warga sekitar terjangkit dan situasi mendukung seperti pasca terjadi banjir contoh nya, lebih baik segera cek darah apakah terjakngkit atau tidak, hal itu perlu di karenakan kencing tikus bersatu di dalam banjir dimana penderita dan warga lain sama-sama terendam dalam air yang sama.

Merdeka – Berita mengejutkan datang dari Boyolali, Jawa Tengah. Ketika 5 warga dikabarkan meninggal dunia setelah menderita penyakit panas dan demam tinggi. Belakangan diketahui mereka terjangkit Leptospirosis, penyakit akibat infeksi bakteri yang disebabkan oleh strain Leptospira yang ditularkan melalui kencing tikus.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Boyolali, 5 warga yang meninggal dunia tersebut, yakni Sumarno (59) warga RT 4 RW 2 Desa Jeron; Siti Muzayanah (42), warga Potronayan, Warso Jiman (85), warga Sembungan Kecamatan Nogosari. Sedangkan dari Kecamatan Ngemplak masing-masing Sakirah (74) warga Sindon dan Harso Dikromo (73) warga Ngargorejo, Ngemplak.

Pasca kejadian itu pun dinas kesehatan Boyolali melakukan tes darah kepada warga sekitar Kecamatan Ngemplak.

Bagi mas bro yang sering menerjang banjir tidak ada salahnya selalu menjaga kebersihan terutama sepatu, yang bisa di katakan langsung bersentuhan dengan air. Dan jika ada luka di bagian yang tersentuh air banjir segera di bersihkan dengan cairan antiseptik dan ada baiknya menutup luka setiap berkendara. Bersihkan juga sepatu dan apapun yang terendam ketika banjir apalagi yang bersentuhan dengan kulit. Mencegah lebih baik dari mengobati..

Bikin 5 orang tewas di Boyolali, waspadai kencing tikus

Tersangka

Salam.. Semoga bermanfaat

Sehat selalu biar bisa tetep Ngegas..

//

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Leptospirosis, Waspada ketika Banjir melanda

  1. Ping balik: Waspada!! Tikus Bisa Membuat Anda Menyesal. | AromaRPM

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s