Semarang : Pelanggaran Belok Kiri Akan Segera Di Tindak

Sesuai Undang-Undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 112 Ayat 33 berbunyi, Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan APIL, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau APIL. APIL (alat pemberi isyarat lalu lintas )

Sepertinya Pihak Berwajib sudah mulai ambil keputusan tegas, di rasa sosialisasi sudah cukup keputusan tegas/Tilang sudah bisa di berikan kepada pelanggar.

Edisi Cetak tgl 23 oktober 2013

Edisi Cetak tgl 23 oktober 2013

Point Utama

Point Utama

Dan di sini untuk edisi e-paper nya

“Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Windro Akbar mengatakan, pihaknya hanya menindak pengendara yang menerobos saat lampu merah. Terkait kewenangan mengatur rambu berada di Dishubkominfo.  ”Kalau kami menindak jangan disalahkan, karena aturannya memang seperti itu,” ujarnya.

Dalam menindak, pihaknya berdasar rambu di lokasi. Jika sesuai dengan rambu, pengendara tidak akan ditilang. Rambu belok ke kiri itu sifatnya sama dengan rambu lainnya yang harus ditaati pengendara agar selamat dalam perjalanan”

Untuk daerah jawa tengah, biasanya jika Semarang selaku ibukota Provinsi Jawa Tengah. Sudah Menegaskan Sebuah keputusan maka berangsur angsur akan di ikuti oleh kabupaten2 di bawah naungannya. Solo, Boyolali, Sukoharjo tunggu waktu..

Monggo bagi para pengaku Club, Rider atau Sebangsanya lebih memahami Undang-Undang jangan hanya bisa Koar2 di FB tapi Undang-undang yang bersifat mutlak justru tidak tahu,,

untitled

Jangan Seperti diatas, ngaku2 RIDER tapi justru tidak tahu akan undang2 yang berlaku.. Memang’2 Jalan punya kakek ane…. oww tak cabut mbun-mbunanmu…

Artikel Terkait Klik

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

5 Balasan ke Semarang : Pelanggaran Belok Kiri Akan Segera Di Tindak

  1. mydasign berkata:

    kadang hal-hal kayak gini yg dimanfaatkan “oknum” untuk menindak pengendara….

    • ki Salim berkata:

      memang ada sisi rentannya yang bisa di jadikan “lahan basah” buat oknum2 mas ,, tapi mau gimana lagi masyarakat harus lebih tau dan memperhatikan rambu2 dan Undang-Undang.

  2. silent reader berkata:

    baguslah kalo begitu 🙂

  3. Sigit berkata:

    penegasannya yg konsisten dan kontinyu, biar pada belajar

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s