Pentingnya Mengatur Rute Perjalanan

Route_66

Dalam setiap perjalanan pastilah membutuhkan rute. Baik rute yang sudah di Set di GPS, Smartphone, Map bahkan yang tersimpan dan tersusun rapi di alat tercangih, Otak kita. Namun dalam hal mengatur rute perjalananan tergantung dengan pengendara sendiri, adakalanya pengendara yang memilih melewati jalan berliku naik turun gunung ketimbang harus melewati jalan dengan musuh bis dan truk dan sedikit keramaian meski lebih dekat 25 km. Bebas dalam menentukan rute.

Menurut saya, ada beberapa hal yang mesti di perhatikan dalam hal mengatur rute sebelum melakukan perjalanan.

  • Jarak : Sangat vital, Biasanya para pengendara selalu memilih jarak yang terdekat. Karena jarak sangat berpengaruh pada waktu tempuh perjalanan. Jarak lebih dekat lebih baik, tapi  dekat kadang tidak lebih baik dari pada kita harus memutar sedikit lebih jauh.
  • Topografi : Dalam pemilihan rute tidak hanya jarak yang mesti di jadikan pertimbangan, topografi daerah yang mau dijadikan rute juga layak di pertimbangkan. Pegunungan harus siap dengan kabut yang tiba2 turun, Tanah sering longsor dan aspal terkadang tidak rata. sedangkan pinggir pantai bersiaplah melaju dengan angin yang sedikit lebih kencang.
  • Situasi Lalu Lintas : Rame, Macet, Lancar, Sering ada pasar tumpah atau banyak lampu merah dll menjadi pertimbangan dalam memilih rute yang mau di lewati.
  • Jarak Pusat Pelayanan : Juga menjadi pertimbangan tidak mau kan jika tiba2 motor troble dan mesti di bawa ke bengkel terdekat sedangkan anda masih di tengah pegunungan yang ada anda mesti nyewa pickup untuk membawa motor ke bengkel. Atau sesuatu terjadi pada anda dan RS jauh dari tempat anda saat itu<semoga tidak>.

Contoh Jarak Jauh >50 km

RSJauhPekalongan-Boyolali bagi saya ada 2 Pilihan Rute. Lewat Pantura atau Lewat Temanggung. Soal jarak selisih 10 km lebih dekat lewat Pantura. Tapi menurut saya, saya lebih suka lewat Pantura walau sedikit rame dan macet. Asal bisa membaca situasi lalu lintas, perjalanan akan lebih lancar dan tidak memakan waktu, tapi sedikit lebih panas,macet dan ramai. Berbeda dengan kakak saya Khoirul Imamudin  yang lebih suka lewat temanggung karena lebih suka dengan aroma dan pemandangan khas pegunungan, pemandangan2 indah di sepanjang rute yang dilalui menjadi nilai tersendiri. Udara lebih segar dan lebih santai tentunya. Dari sisi waktu tempuh, riding sendiri sama2 pernah menghabiskan kisaran 5 jam perjalanan. Lewat pantura riding santai dan sesekali istirahat. Sedangkan lewat Temanggung sedikit istirahat. Ada kelebihan ada juga kekurangan, Jika anda memilih jalan pantura banyak jalan lurus dan tidak terlalu menguras tenaga. Namun meski sedikit bersabar dengan lampu merah dan keramaian/kemacetannya. Meskipun begitu pusat pelayanan banyak tak perlu was was jika terjadi apa2. Yang perlu anda waspadai adalah jalan dan teman seperjalanan<truk dan bus>. Lewat pantura relatif tempuh lebih cepat karena bisa memacu kecepatan 70 km/jam ke atas. Sedangkan melalui Temanggung yang di dominasi pegunungan anda akan disuguhi pemandangan yang aduhai sejauh rute anda dan udara sejuk sepanjang perjalanan. Tapi jika anda kurang menikmati perjalanan, maka rasa capek akan lebih mendominasi perjalanan anda, karena hampir 90 % rute naik turun dan tikungan. So bagi yang punya jiwa petualang monggo lewat rute temanggung dan jika hobi mengejar top speed pantura boleh di coba.

Manapun rute yang akan anda lalui, persiapkan kendaraan anda pada level tertinggi. Dan jangan lupa Keselamatan berkendara jadi yang UTAMA.

Contoh dekat <50 km/dalam kota

rutePintar-pintar membaca  arus lalu lintas dan jam2 sibuk. Agar tidak terjebak macet <tidak berlaku di jakarta>. Sekedar contoh ni.. dari gambar di atas A adalah tempat kerja ane. Sedangkan B adalah jalan menuju rumah. Jarak antara A dan B jika melalui rute biru 1.2 km. Sedangkan melalui jalan utama Ir. Soekarno dan Jl Raya Solo Baru yang sedikit memutar jaraknya 2.5 km. Perbedaan lalu lintas jalur berwarna biru sangat rame.. jika waktu berangkat lewat jalur biru yang tidak perlu menyebrang. tapi jika pulang lewat mutar untuk menghindari menyebrang jalan juga meski harus berputar dulu. menyebrang jalan tanpa adanya lampu pengatur lalu lintas lebih beresiko menimbulkan kecelakaan dari pada jalan memutar sedikit lebih jauh..

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan Perjalanan. Tandai permalink.

8 Balasan ke Pentingnya Mengatur Rute Perjalanan

  1. stevant berkata:

    Jalur berwarna biru bukannya sungai mas?

  2. imamudin berkata:

    klo lewat jalur pegunungan sekalian ngetes torsi.. wkwkwkw

  3. Basho berkata:

    Kalo saya sih seringnya sebisa mungkin menghindari jalur2 yang diharuskan kita nyebrang jalan (terutama jalur ramai). Saya paling anti nyebrang jalan. Terlalu beresiko. Kalo ada jalur memutar yg ngga harus nyebrang jalan, saya lebih suka milih jalur yg memutar itu. Demi memperbesar probabilitas selamat di jalan 😉

  4. CB Gelatik berkata:

    wah jadi inget makan nasi liwet, disepanjang jalan solo baru berjejer tuh kuliner khas solo.

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s