20 menit bersama Seorang Sopir Truk dan Solar.

Minggu lalu tanggal 27 Maret 2013 di tengah padatnya aktivitas kerja dan acara lain. Di saat badan mulai drop dan capek mendera tiba-tiba adik sms “mas aku pulang pekalongan besok jumat pagi” dalam hatii waduhhh… padahal laptop ortu masih dalam proses Reparasi dan data-data pun belum di backup semua. Ya dah kejar target dan di usahakan. Akhirnya kamis pagi 28 Maret selesai semua dan meluncur ke Semarang. Riding santai aja… jam 10 sampai di Bawen 1 km. istirahat di alfamart sebentar, dan disitu sudah ada bapak2 paruh baya, umur 35an paling, sedang duduk lesu dan memakai pakain maaf agak lusuh dan kotor sambil memainkan hp nya. Pertama timbul rasa waspada, mau beli minum ke dalam toko pun agak was-was, setelah buka jaket bapak itupun membuka pembicaraan,

Siph n Truk

Siph n Truk

Sopir : “mau kemana mas?”

Ane : “mau ke gunung pati pak, lha panjenengan mau kemana?”

Sopir : “mau ke kudus, tapi malah kehabisan solar dan filternya juga minta di ganti”

Ane : “owwhhh,,dengan truk itu pak?”

sopir : “iyo mas… malah solar langka, gara2 ada pembatasan pengiriman, mosok truk mung oleh ngisi 50rbu ngangkut pasir nanjak bawen habis mas…ini tadi ngisi pagi2 di daerah kidul ambarawa tekan kene wes entek arep ngisi antrine jan tenan..”

ane : “dari arah solo juga semua pom bensin antri solar semua, malah ada yang nekat beli Pertamina dex”

Sopir : wah yen trukku tak isi pertamina dex g sido untung mas, malah buntung” sambil tertawa bareng…

Sopir : “sebenarnya kalo harga solar mau naik g apa2 mas buat saya sebagai sopir truk gini, paling cuma tarif dan harga2 juga pada ikutan naik kan, tapi ya jangan di bikin langka kayak gini. di batasi pengirimannya malah jadi langka dan harga2 dan tarif2 operasional juga naikkan”

Sopir Truk Tersebut. Agak gelap yaa..

Sopir Truk Tersebut. Agak gelap yaa..

Setelah ane tanya-tanya ke tetangga yang kebetulan juga sopir truk katanya juga sulit untuk mendapatkan solar. Dapat tapi harus antri berjam-jam. Paling tidak begitulah pembicaraan dengan seorang sopir truk yang kesehariannya memang di jalan dan setiap hari kebutuhan solarnya tidak sedikit hampir mencapai 100an liter dari Magelang-Kudus. Seorang sopir yang tidak menuntut banyak, tidak menolak harga solar naik, tapi lebih berharap solar mudah di dapatkan. Karena hanya dengan solarlah truk mereka bisa jalan. Truk jalan = Roda perekonomian juga jalan…

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

7 Balasan ke 20 menit bersama Seorang Sopir Truk dan Solar.

  1. Mas Sayur berkata:

    nah..lo… piye Pak Mentri..? dengar dong..,apa keluhan mereka,teori njlimet susah di praktekkan di alam nyata… 😦

  2. Yoshi berkata:

    Untung motorku gak pake solar

  3. macantua berkata:

    Sudah ga aneh….wong dijual ke luar semua minyak yg ada di Indonesia

  4. revn79 berkata:

    terus kemana solar’a di minumin petinggi pertamina’a

  5. Achmad Sya'roni F berkata:

    ga cuma truk aja mas. kemarin pas dari jkt ke smg naik bis liat ada bis ekse yang kehabisan bensin didepan pom bensin mangkang, semarang. untung bis saya sudah ngisi solar sebelum masuk jateng

  6. imamudin berkata:

    “Ale sudah biasa beli BBM 80rb per liter.. harga bukan masalah, yang penting ada”, klo ga salah begitu kira2 yang pernah saya denger dari beberapa saudara kita di Indonesia Timur, terutama Papua.

  7. An_Syahri berkata:

    Efek sampingnya disini truk sampah yang biasa ambil di tempat tinggalku sini jadi jarang ambil lagi akhirnya sampah menggunung mas…

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s