Salah satu cara menumbuhkan rasa “Ikhtiar” Keselamatan Berkendara

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” [Q.S. ar-Ra’d 13:11]

Begitu juga dengan berkendara di jalan raya tidak lah mudah menumbuhkan keselamatan berkendara pada setiap pengguna jalan. Terkadang kita sudah sangat hati-hati namun apa daya terkadang pengendara lain kurang memperhatikan keselamatan, boro-boro keselamatan kita sebagai sesama pengguna jalan raya, keselamatan dirinya saja mungkin sering terlupakan. Namun kita sebagai manusia cuma bisa berikhtiar atau berusaha. Sering kali kita menyalahkan takdir jikalau menerima sebuah cobaan dari Allah SWT. Sesungguhnya takdir memang sudah di gariskan oleh Allah SWT dan cuma DIA lah yang bisa menggubah takdir seseorang, TAPI NASIB seseorang ada di tangan setiap manusia tersebut.

“Sebagai contoh si A sudah di gariskan pada tgl sekian jam sekian tahun sekian akan mengalami kecelakan di tempat ini. Itu sudah takdir Tuhan, tidak bisa kita ubah,,, namun Nasib si A tersebut bisa di ubah, si A adalah pengendara kendaraan roda 2, karena si A sadar bahwa kendaraan roda 2 sangat riskan kecelakaan si A melatih cara berkendara yang aman dan memakai perlengkapan berkendara seperti jaket tebal, sarung tangan dan protector, secara tidak langsung si A telah berikhtiar untuk selamat saat berkendara meskipun mengalami kecelakaan. Dan saat tepat di jam si A kecelakaan hingga terlempar belasan meter teryata si A cuma menderita lecet di sedikit bagian tubuhnya. Ingat!!! jangan di kira cuma keberuntungan saja, namun inilah ikhtiar, Tuhan memberikan luka kecil di tengah kecelakaan fatal karena si A berikhtiar untuk selamat.”

Kembali ke tema, kampanye2 tentang keselamatan berkendara dari menyebar brosur hingga pelatihan safe riding telah di gerakan baik dari sipil maupun instansi terkait. Namun hal tersebut belum juga bisa mengambil hati masyarkat untuk lebih mengutamakan keselamatan.

Jika kita mau mengubah dunia, ubahlah dari yang terkecil.. dimulai dari diri kita dan orang terdekat kita. Dengan apa?? pertama sampaikanlah hal itu (keselamatan berkendara), kedua berikanlah contoh.. ya berikanlah contoh, jika sudah kita sampaikan namun kita tidak memberikan contoh, apa yang orang lain pikir tentang kita?? Insyaalloh jika kita sudah mencontohkan apa yang kita sampaikan perlahan orang di sekitar kita akan sadar dan mengikuti juga.

Alhamdulillah kakak ane sadar keselamtan

Alhamdulillah kakak ane sadar keselamatan

Sebagai contoh kakak ane di atas, dulunya tidak begitu, memperhatikan keselamatan dari dulu memang sudah dilakukan namun masih dalam taraf minim, mengenakan jaket dan celana panjang saja. Namun entah dari mana datangnya, dari liat ane yang tiap pulang pake safety gear lengkap atau sukur2 dari dalam hatinya sendiri, mulai dari minta diantar  membeli jaket pertama kali dan terus membeli sepatu boot dan kaos tangan dan di akhiri protector.

Semoga setelah kakak ane bapak ane juga melakukan hal yang sama, walau sekarang di suruh memakai kaos tangan aja masih susah. Target berikutnya adalah anak muda di kampung ane yang masih sudah memakai helm, yang masih berpikiran uang lebih baik di belikan rokok dari pada di belikan helm.

Mungkin bisa di tarik kesimpulan, dengan kita memberikan contoh terlebih dahulu insyaalloh orang lain yang melihat kita bisa ikut berikhtiar untuk mewujudkan keselamatan berkendara.

RAKHELM

“Bagi orang yang di luar sana menilai ane sok sok an, agen safety riding lah dan apalah…. g ane gubriiiiiiiiiiissssssssss.. monggooo mulut mu harimau mu…. yang ane tahu cuma ane dan keluarga ane beserta lingkungan ane sadar akan keselamatan berkendara dan selamat di jalan raya. Kalo ada pembodohan otomotif di ibukota sono,, ya monggo biar dipikir orang2 yang di kota sono..” -berpikir sederhana-

//

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

10 Balasan ke Salah satu cara menumbuhkan rasa “Ikhtiar” Keselamatan Berkendara

  1. Achmad Sya'roni F berkata:

    ikhtiar saya masih kurang ‘knee protector’,

  2. Erit07 berkata:

    Mantap tulisannya pak…

  3. bapakeVALKYLA berkata:

    saya untuk saat ini cuma pakai helm & jaket…
    pengen beli protektor, tp ntar dulu lah….
    😀

  4. An_Syahri berkata:

    juooss mas…. aku aja belum bisa kayak gitu nih mas…

  5. paedhimas berkata:

    saya kurang sarung tangan kayaknya…

  6. imamudin berkata:

    Masalahnya aku pernah hajar panther dari belakang… sakit mas bro … gara2 hujan, rem mendadak, selip… n duarrr….

  7. Penguin123 berkata:

    Setuju lek,
    Hmpir mirip saya, dibilang lebay lah, biker sejati..dsb
    Tp gk tak masukin hati..
    Kampanye safety riding..Dimulai dari sendiri,lingkup kecil: keluarga,tmn2, dst
    Gk usah ikut club/komnitas juga bs kq..
    Ingat keluarga sudah nunggu d rumah..

  8. andre munsyid berkata:

    subhanalloh tulisan yang menginspirasi orang untuk tetap safety riding”
    trmksh pencerahannya ttg ikhtiar, banyak manfaat dg kita berikhtiar 🙂

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s