Pengalaman menerobos malam Sukoharjo-Pekalongan 224 km PART 1

Sedikit cerita yang di tulis ketika hujan turun lebat.. tapi tanpa petir…

Alkisahhh…

Yaa.. hampir 6 bulan terakhir ane menjalani ritual yang sering di jalani orang yang setia merantau di ibukota sono… MUDIK.. demi berusaha menjadi menantu yang baik ane tetep sempatin pulang ke kota asal istri<Pekalongan>. Meskipun tak sesering ketika ane pulang ke Boyolali <lha wong kari mlangkah..> Dikarenakan, Insyaalloh dalam waktu dekat ini mau pulang kesana lagi,, apa salahnya jika pengalaman perjalanan malam kesana di buat sebuah artikel.

Beda dengan waktu yang lalu ketika perjalanan malam ke Pekalongan berdua dengan istri.. 250 km kurleb di lalui nyaman tanpa godaan apapun :lol:.. Berhubung liburan istri berbarengan dengan liburan anak sekolah yang sudah selesai ujian semesternya.. tgl 11 Des 2012 istri ane antar ke Terminal untuk ke Pekalongan naik bis, baru setelah puas di Pekalongan ane jemput untuk balik lagi ke Sukoharjo. Maklum liburan terbatas memaksa untuk pintar mencari celah biar libur nya bisa bareng sama keluarga.

Pemudik rebutan masuk bis

Selang seminggu setelah istri pulang ke Pekalongan, selama seminggu itu pula termenung seperti bujangan lagi.. kluyar-kluyur sana kemari.. yaapss tanggal 19 Des 2012 jam 16.00 wib di tengah guyuran hujan bermodalkan kalimah Basmalah perjalanan pun dimulai. Menjemput istri ke Pekalongan, berhubung hujan juga g bisa di kompromi terpaksa jalan merambat.. hingga sampai di Boyolali pun hampir mahrib.. sekalian pulang byl minum2 teh hangat dah sholat mahrib.

Habis mahrib perjalanan pun di lanjutkan, hujan pun masih menguyur meski tidak sederas sore harinya.. Perjalanan pun cuma berkutik di kecepatan 60-70 km/jam. Hujan gerimis dan lampu yang tidak seterang HID sukses menghalangi padangan, sampai di ampel perbatasan boyolali-salatiga niat hati untuk balik ke boyolali dan perjalanan di tunda besok. Tapi apa nyana perasaan perkewuh kepada mertua yang jadi alasan<masak pulang ke rumah mertua cuma menginap 1 malam, siang datang besok siangnya dah balik lagi> ya dah di paksa.. Lingkar Salatiga tetep jadi pilihan. Hujan, gelap dan dingiiiin… g apalah yang penting bisa berpacu dengan waktu..

Jam 19.30 sampai di tuntang istirahat sembari sholat isya di masjid pompes utara rawa pening.. dan hujan pun masih setia menemani.. Selesai pakai perabotan berkendara hajar lagii.. mangg… hingga sampai semarang jam 21.05 wib masih juga hujan setia menguyur.. puncak derasnya ketika sampai timur terminal mangkang.. sukses membuat ane berhenti untuk istirahat dan minum2an berenergi 5 jam<katane..iklan gitu> mumpung baru iklan beli 2 gratis 1 di salah satu toko waralaba sambil menunggu hujan sedikit reda. 30 menit, 1 jam lha kok belum juga reda,,:sad: masih aja deras lha terus banjur kepriye iki…  yang ngeuup pun semakin bertambah, rasa nyaman berteduh pun berkurang. Jam 22.30 mau g mau harus jalan… dari pada lewat alas roban tepat jam 00.00 wib.. Dah on fire walau dingin menembus jas hujan dan jaket tebal di dalamnya.. sepatu basah kuyup pulaa…

Sampai di depan terminal mangkang lampu merah menyala.. berhenti… dan hijau pun menyala,,, bak sembalap desa :twisted: mancal tunggangan seada-adanya supaya pas di atas jalan layang di lingkar kendal tidak berada di dekat kendaraan besar atau di tengah kerumunan para pengendara motor laine.. begitu naik ke jalan layang mak plenggong…:shock: berhenti sejenak.. sambil bertanya dalam hati.. aku ini bodo atau emang g tau kondisi sih???:mrgreen: teryata bus, dan kendaraan pribadi laine pada lewat tengah kota kaliwungu kendal.. g ada satu pun yang lewat bareng ane.. ada juga truk yang dah jauh di depan 3 km ada,,, sempat mrinding lewat lingkar kendal ini, mau balik kok ya g ada tempat putarnya,,,  1 menit nunggu kendaraan lain yang lewat dan teryata memang pada memilih lewat kaliwungu semua, mungkin karena hujan dan malam kali..

Jalan layang lingkar kendal

Jalan layang lingkar kendal

Bermodalkan nyali nekat di berani2in lah.. hujan2, malam2 sendirian di sepanjang jalan lingkar kendal. Cuma angin yang agak semribit yang menamani, mau puntir gas kok ya jalane g keliahatan, mau pelan kok g ada teman.. dah jalan 70an km/jam ambil sesekali nengkok ke belakang barang kali ada yang nyusul dari belakang dan teryata tidak ada.

Sampai di brangsong sebelum masuk kota kendal, ane kembali salah memilih rute,, seharusnya belok kiri dan melewati pinggiran kota kendal di jalan Pemuda namun baru setelah brangsong ane dah belok kiri jadinya melewati tengah persawaahan dan berakhir di jembatan Patebon :lol:. Memang lebih dekat jaraknya. Namun kembali sendirian di jalan menjadi sunyi dan was  was..

Masuk ke weleri ane g tertipu lagi masuk kota dan melewati pasar weleri, dan memang betul pasar weleri masih rame.. amaann….  dan sambil liat jam teryata dah jam 23.30 lewat dikit. Bakalan tengah malam di alas roban ni.. dan berani2in, teryata benar.. jam 00.00 tepat melintas di alas roban dan menanjak bukit plelen.. dan tak kusangka dan tak kunyana jauh dari perkiraan ku.. semua penghuninya pada keluar……

*to be continue :arrow:

Iklan

Tentang ki Salim

Bocah ingusan yang pengen ngeblog
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan Perjalanan. Tandai permalink.

13 Balasan ke Pengalaman menerobos malam Sukoharjo-Pekalongan 224 km PART 1

  1. kepo berkata:

    penghunine menungso opo kewan mas bro..
    *asli pekalongan ki..

  2. Achmad Sya'roni F berkata:

    penghunine bis + truk pantura

  3. er purpone berkata:

    tiba-tiba………,..

  4. An_Syahri berkata:

    Nunggu lanjutane sik ah….

  5. bunciskentang berkata:

    nunggu lanjutane…hayah

  6. Moncer berkata:

    penghuninya para penjaja klapa muda ya 😀

  7. Ping balik: Pengalaman menerobos malam Sukoharjo-Pekalongan 224 km PART 2 | Ki Salim Personal Blog

  8. paedhimas berkata:

    riding malam memang mengurangi stress karena suhu dan kemacetan..,tapi ada musuh yang lain…kendaraan besar yang nguuueebut dan NGANTUUK…

  9. dhans berkata:

    : penghuni’y cntik”2 gak mas…

  10. Ping balik: DB Killer Knalpot NJMX | AromaRPM

Comment tidak bayar kok.. Silahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s